News

Hasto Akui Megawati Perintahkan Bantu PPP Sejak 2019


Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengaku telah lebih dulu memberikan bantuan kepada PPP dalam menggugat Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Diakuinya, bantuan tersebut telah dilayangkan lebih dulu kepada Ketua DPP PPP Achmad Baidowi (Awiek) Sabtu (23/3/2024) sebelum mereka mengajukan gugatannya.

“Kami memberikan bantuan-bantuan bahkan sejak perhitungan suara yang pertama kami mengajak PPP untuk bersama-sama di pusat data PDI perjuangan,” kata Hasto, Senin (25/3/2024).

Hasto mengatakan bahwa bantuan tersebut bukan kali pertama dilakukan. Pada tahun 2019, ia mengaku diperintahkan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk membantu PPP karena sejarahnya.

“PDI perjuangan tidak ingin sejarah partai Ka’bah ini dihilangkan di dalam sejarah republik ini,” ujarnya.

Karena itu, Hasto menduga bahwa posisi PPP yang terancam ini disebabkan karena berbagai operasi-operasi politik di mana seluruh pendukung Ganjar-Mahfud itu partainya dikecil-kecilkan, termasuk PDIP, Partai Hanura dan Partai Perindo. Oleh karenanya, PDIP berupaya untuk memberikan solidaritas tertinggi karena tidak ingin menghilangkan partai Ka’bah.

Baca Juga  Balai Desa Dagangan Ambruk Usai Diguncang Gempa Magnitudo 6,1

“Tetapi mungkin Pak Jokowi nanti akan tercatat sebagai seorang presiden yang memiliki legacy menghilangkan partai Ka’bah dalam sejarah republik ini,” ucapnya.

Adapun terkait dengan upaya Partai Gerindra dalam merangkul PPP disambut baik oleh PDIP. Hasto menilai jika Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, memiliki kesadaran serupa mengenai sejarah PPP.

“ Maka, kami juga mengimbau kepada Mahkamah Konstitusi untuk betul-betul mengedepankan sikap-sikap kenegarawan terhadap proses hukum yang kami ajukan untuk Ganjar-Mahfud, dan juga untuk PPP,” tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan, silaturahmi capres terpilih Prabowo Subianto tidak terhenti di Partai NasDem saja. Ia mengungkapkan, pertemuan dengan PPP juga akan segera terselenggara dalam waktu dekat.

Baca Juga  Tim Hukum AMIN: Pertemuan Paloh-Prabowo Tak Pengaruhi Gugatan di MK

“Bukan hanya NasDem ya, ketemu jajaran pimpinan PPP juga,” kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (22/3/2024).

Habiburokhman menjelaskan bahwa langkah ini sebagai bentuk implementasi politik merangkul yang digadang-gadang Prabowo selama ini. Namun, ia enggan mengungkapkan kapan pertemuan antara PPP dengan pihaknya akan berlangsung. “Semoga, Semoga, semoga dalam waktu dekat,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini menjelaskan, langkah yang dilakukan Prabowo ini demi mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa. Meskipun tidak mudah, Habiburokhman mengajak semua pihak untuk mengakhiri pertengkaran antarpartai politik selama Pemilu 2024, jangan berlarut-larut. “Tugas-tugas berat bangsa ini yang harus kita pikul bersama sudah ada di depan mata,” ucapnya.

Baca Juga  Politikus PDIP Larang Megawati Bertemu Jokowi, Alasannya Karena Gibran?

Habiburokhman, menekankan 99 persen proses penyelenggaraan pemilu nyaris rampung dan dimenangkan oleh pasangan nomor urut 2. Ia mengingatkan untuk para elit mulai realistis dalam melihat dinamika politik saat ini.

“Kalau tidak ada dasarnya, hampir dapat dipastikan enggak akan ada perubahan daripada putusan KPU. Jadi ini yang terjadi hari ini, Pak Prabowo enggak mau buang-buang waktu bahwasanya kita harus gerak cepat merangkul semua elemen bangsa ini nanti jadi mulai Oktober sudah mulai langsung gas pol,” tuturnya.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button