Kanal

Ingin Desa Wisata Maju, Menteri Sandi Bantu Homestay Senaru NTB

Dorong potensi pariwisata di daerah, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno memberikan sejumlah bantuan bagi homestay di Desa Wisata Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Saat berkunjung ke sana, Menteri Sandi, menilai perlunya bantuan bagi sejumlah homestay. Kalau pariwisata suatu daerah maju maka perekonomian serta kehidupan rakyatnya juga terjamin. Apalagi, kawasasn NTB sebentar lagi punya hajatan berkelas dunia. Yaitu Superbike 2021 yang diselengarakan di Sirkut Jalan Raya Mandalika pada minggu depan. “Awalnya saya akan menginap di homestay yang dibangun Kemendes di desa ini. Tetapi ternyata, fasilitasnya tidak ada,” katanya.

Alhasil, dia harus menginap di hotel yang tidak jauh dari lokasi tersebut. Selanjutnya, dia memberikan bantuan berupa enam set alat tidur. Terdiri dari kasur, bantal dan perlengkapan lainnya.

Baca Juga  Bea Cukai Gelar Operasi Gabungan Berantas Rokok Ilegal di Kabupaten Malang

Menteri Sandi menegaskan, tempat wisata apalagi yang berstandar internasional, harus memiliki fasilitas yang memadai. Para wisatamawan harus bisa menikmati kemudahan dan kenyamanan.
“Soal pengembangan sektor pariwisata dan industri kreatif kita telah memegang tiga strategi, yakni inovasi, adaptasi, dan kolaborasi,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Menteri Sandi, pelaku bisnis pariwisata termasuk pemerintah daerah harus mampu bekerja sama dan berinovasi demi berkembangnya sektor pariwisata di daerah. Termasuk memanfaatkan teknologi digital yang saat ini sudah menjadi kebutuhan.

“Tim kami akan menggunakan big data untuk memetakan dari segi potensi, ataupun penguatan. Bukan sekedar bagaimana cara untuk bertahan, namun harus bisa menangkap peluang. Dan wisatawan domestik sebagai targetnya,” ungkap Menteri Sandi.

Baca Juga  PPP Buka Kemungkinan Dorong Sandiaga Uno Maju Pilkada

Strategi lainnya, kata dia, adaptasi yang mengharuskan destinasi wisata menerapkan standar protokol kesehatan (prokes) CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainbility). “Ini adalah langkah destinasi wisata untuk beradaptasi di tengah pandemi COVID-19,” imbuhnya.

Terakhir, kata dia, kolaborasi. Seluruh stake holder pariwisata perlu mengedepankan komunikasi terbuka dan sinergi yang mumpuni. Serta menghadirkan event berkelas. “kami berharap seluruh desa wisata menerapkan itu,” pungkasnya.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Iwan Purwantono

Mati dengan kenangan, bukan mimpi
Back to top button