Kanal

Mengapa Memotong Kuku dan Rambut Dilarang sebelum Berkurban? Ini Penjelasan UAH


Menyambut Hari Raya Idul Adha 1445 H, umat Islam di seluruh dunia mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah kurban. Namun, ada satu aspek dalam ritual ini yang seringkali kurang mendapatkan perhatian, yaitu larangan memotong kuku dan rambut bagi mereka yang akan berkurban. Ustaz Adi Hidayat (UAH), dalam video terbarunya di YouTube, menjelaskan secara mendalam tentang hikmah di balik larangan tersebut.

Menurut UAH, larangan ini bersumber dari hadis yang diriwayatkan oleh Sayidah Ummu Salamah, dimana Nabi Muhammad SAW menginstruksikan umatnya yang ingin berkurban untuk tidak memotong kuku dan rambut mereka sejak awal bulan Zulhijah hingga hewan kurban mereka disembelih. 

“Ini menunjukkan sebuah bentuk penyerupaan dengan jemaah haji yang berada di Arafah, yang juga dilarang melakukan hal serupa saat melaksanakan wukuf,” terang Wakil Ketua I Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Baca Juga  Makna dan Cara Meraih Haji Mabrur Menurut Ustaz Adi Hidayat

UAH menjelaskan bahwa hikmah dari larangan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan menunjukkan solidaritas dengan mereka yang sedang melaksanakan ibadah haji. 

“Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesan bahwa meskipun tidak berada di tanah suci, umat Islam yang berkurban diharapkan merenung dan berkontemplasi seolah-olah mereka juga sedang dalam ihram,” jelasnya.

Dalam penjelasannya, Ustaz Adi juga mengaitkan praktik ini dengan konsep pengorbanan yang lebih luas, dimana umat Islam diajak untuk merenungkan kembali komitmen mereka kepada Allah SWT dan menyempurnakan ibadah mereka melalui kurban. 

“Ini bukan hanya tentang pengorbanan hewan, tetapi juga tentang mengorbankan nafsu dan keinginan duniawi, sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah,” tambah Ustaz Adi.

Baca Juga  Pengesahan Satgas Judi Online Tunggu Tanda Tangan Jokowi

Video Ustaz Adi Hidayat ini menjadi pengingat penting bahwa setiap aspek dari ibadah kurban memiliki kedalaman makna yang bisa membantu umat Islam untuk meningkatkan kualitas spiritual mereka. Dengan memahami dan mengamalkan hikmah di balik larangan ini, diharapkan umat dapat meraih keberkahan yang lebih besar dari ibadah kurban mereka.

Back to top button